Kamis, 05 September 2019



Resensi

Judul                       : Superego
Pengarang               : Priscilla Roth
Penerbit                   : Pohon Sukma
Tahun & Cetakan    : April 2003, Cetakan Pertama
Tebal Buku              : 0,5 cm
Tinggi Buku            : 18 cm

Sinopsis               : Superego adalah suara dalam diri kita yang sering disebut kesadaran. Sebagian superego berada di alam tidak sadar. Kadang superego yang terlalu kejam sehingga orang-orang akan memproyeksikan superego mereka di luar diri mereka sendiri pada orang lain. Superego menurut Freud dibentuk oleh kesadaran http://library.uny.ac.id yang kita miliki. Memiliki superego merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari dan diperlukan dari pengalaman manusia. Kita semua hidup bersama dengan penilai internal. Hubungan individu dengan superego juga akan berpengaruh pada hubungan-hubungan bagi individu yang bersangkutan dengan orang lain dalam kehidupannya, dan juga perasaan-perasaan serta gambaran tentang dirinya.

Kelebihan Buku.  : Buku ini menarik karena topik pembahasannya sangat unik. Superego adalah hal yang jarang masyarakat umum ketahui dan buku ini menjelaskan dengan sangat baik.

Kelemahan Buku : Buku ini tidak didukung dengan ilustrasi-ilustrasi gambar yang bisa membantu memproyeksi kalimat yang ada di buku ini.

Ibu (Puisi)

Sosok rapuh bertopeng teguh.
Sosok pemain peran yang patut diberi penghargaan.
Sosok pelindung yang selama ini kupanggil ibu.

Ibu yang begitu memahami perwatakan.
Ibu yang berhasil memainkan peran kebahagiaan dalam gemuruh kepedihan.

Permainan kata apa yang ia lakukan?
Sehingga tiap kata yang ia ucapkan membuatku tenang.

Dia yang pandai menyembunyikan.
Menyembunyikan air mata kepedihan.

Hanya senyum hangat yang ia tunjukkan.
Hanya usapan jemari lembut yang ia berikan.
Tanpa kepedihan yang ia rasakan tersalurkan.

Kamis, 29 Agustus 2019

Ayah (Puisi)

Bukan sosok jahat
Bukan pula sosok tak bertanggung jawab

Sosok yang selama ini selalu aku panggil Ayah
Sosok yang rela meneteskan keringat di bawah terik sang surya yang berpijar
Sosok yang selalu diam tentang kepedihan yang ia rasakan

Ayah yang selalu tampak bijak, bukan tampak hangat di balik kepedihan
Ayah yang memberikan senyum harapan sebagai semangat dalam aku berjuang meraih impian
Ayah yang memberikan topangan kokoh ketika aku tumbang

Ayah, figur pria sempurna yang selama ini aku bincangkan