Sosok rapuh bertopeng teguh.
Sosok pemain peran yang patut diberi penghargaan.
Sosok pelindung yang selama ini kupanggil ibu.
Ibu yang begitu memahami perwatakan.
Ibu yang berhasil memainkan peran kebahagiaan dalam gemuruh kepedihan.
Permainan kata apa yang ia lakukan?
Sehingga tiap kata yang ia ucapkan membuatku tenang.
Dia yang pandai menyembunyikan.
Menyembunyikan air mata kepedihan.
Hanya senyum hangat yang ia tunjukkan.
Hanya usapan jemari lembut yang ia berikan.
Tanpa kepedihan yang ia rasakan tersalurkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar