Kamis, 29 Agustus 2019

Ayah (Puisi)

Bukan sosok jahat
Bukan pula sosok tak bertanggung jawab

Sosok yang selama ini selalu aku panggil Ayah
Sosok yang rela meneteskan keringat di bawah terik sang surya yang berpijar
Sosok yang selalu diam tentang kepedihan yang ia rasakan

Ayah yang selalu tampak bijak, bukan tampak hangat di balik kepedihan
Ayah yang memberikan senyum harapan sebagai semangat dalam aku berjuang meraih impian
Ayah yang memberikan topangan kokoh ketika aku tumbang

Ayah, figur pria sempurna yang selama ini aku bincangkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar